Open Source

Untuk seluruh software yang bersifat Open Source tidak akan tenggelam oleh waktu dikarenakan banyak yang mendukung program tersebut dan software tersebut tidak kalah bersaing dengan software berbayar lainnya.

Certified

Mengambil sertifikasi semata-mata bukan untuk menjadi tenar atau sombong, tapi untuk mengetahui apakah anda mampu mengemban tanggung jawab secara moral terhadap apa yang anda telah pelajari dan bagaimana memberikan ilmu tersebut kepada orang lain tanpa pamrih.

Operating System Pentest

Sistem operasi Bactrack, Kali Linux, dll memang sangat memanjakan para Pentester dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan prosedur yang berlaku. Di OS tersebut disediakan beberapa tools menarik seperti untuk memperoleh information gathering, vulnerability assesment, exploit, dll.

Sherlock Holmes

Film detektif yang satu ini pasti disukai oleh beberapa rekan IT dikarenakan proses jalan ceritanya ketika memecahkan sebuah kasus tidak monoton dan memerlukan logika berpikir yang diluar kebiasaan. Daya hayal harus tinggi ketika ingin menonton film ini.

Forensic

Kegiatan forensic bidang IT sangat membutuhkan tingkat pemahaman yang tinggi akan suatu kasus yang ditangani. Tim yang menangani forensic harus bisa membaca jalan pikiran si Attacker seperti apa jika melakukan serangan. Biasanya Attacker lebih maju selangkah dibanding dengan tim pemburunya.

Minggu, 26 Juni 2022

Cara install Kali Linux di M1

Pada postingan ini akan membahas bagaimana kita install Kali Linux di M1 dengan menggunakan aplikasi UTM (dapat diunduh di https://github.com/utmapp/UTM/releases/latest/download/UTM.dmg). Aplikasi UTM ini sebagai alternatif yang tidak perlu mengeluarkan uang ^_^

Di aplikasi tersebut juga jika melihat menu gallery maka terdapat beberapa contoh sistem operasi yang dapat digunakan. Berikut ini contohnya:


Kemudian jika aplikasi UTM telah diinstal di M1 anda, maka langkah selanjutnya adalah membaca keterangan isu di url https://github.com/utmapp/UTM/issues/2607. Dari situ ada yang menjelaskan solusinya, yaitu dengan cara mengunduh file QEMU Efi (https://github.com/utmapp/UTM/files/6668347/QEMU.EFI.for.AARCH64.zip). Berikut ini kutipan dari link tersebut:

EFI_Code-AARCH64.img contains the same UEFI BIOS that is included with UTM, but in an uncompressed image. This is required for the EFI size to match what QEMU expects. EFI_VARS.img is the same size (64k x 1024) and contains zeroes (nothing).


Langkah berikutnya, pastikan anda telah download file untuk installer Kali Linux tersebut (bebas mau installer atau yang langsung live). Kemudian ekstrak file QEMU.EFI.for.AARCH64.zip dan nanti import kedua file tersebut dan jadikan interface: PC System Flash. Berikut ini langkah cepat yang sudah di screenshot walau tidak semua ditampilkan pada saat install kali linux nya:









 
Harap pilih yang "Install" untuk gambar di atas.

Sesuaikan dengan keinginan anda. Jika saya seperti biasa ada ext4 dan swap, kemudian lanjutkan seperti biasa.


Oh ya untuk Architecture saya menggunakan ARM64 dan QEMU 7.0 ARM Virtual Machine. Sekian tulisan yang tidak berbobot ini dan sangat tergesa-gesa karena memang tidak niat untuk menulis ^_^

 

Sumber:

https://github.com/utmapp/UTM/issues/2607

http://mirror.labkom.id/kali-images/current/

https://cdimage.kali.org/kali-images/kali-weekly/

 

Kamis, 10 Maret 2022

Iseng Menulis Pengertian DRP BCP #Bagian 1 (Pancingan)

Kutipan dari NIST 800-34r1:

Disaster Recovery Plan (DRP): A written plan for recovering one or more information systems at an alternate facility in response to a major hardware or software failure or destruction of facilities. 

Kutipan dari ISO 22301:

Business Continuity Plan: documented information that guides an organization to respond to a disruption  and resume, recover and restore the delivery of products and services consistent with its business continuity objectives.

^ Sebenarnya perbedaan signifikan keduanya, yaitu DRP memfokuskan dari sisi Disaster dan yang BCP fokus ke arah Business. (Jangan dilempar bata)

Sebenarnya keduanya memiliki persamaan, yaitu ingin menjaga sebuah produk atau layanan agar ketika terjadi hal yang tidak diinginkan masih dapat diakses walau mungkin dengan keterbatasan.

Tulisan ini hanya iseng saja memancing beberapa orang sering membuat sama antara DRP, BCP bahkan BCM. Padahal semuanya memiliki perbedaan jika digali lebih mendalam. Namun ujungnya semua itu terkadang diserahkan kepada teman-teman yang dibidang Teknologi Informasi harus dapat membuat semua perencanaan itu. Pertanyaan berikutnya, apa cuman terbatas dari sisi perencanaan (Plan)?

Yah ga salah ketika teman-teman cuman membuat perencanaan tanpa ada eksekusi, kan jelas namanya cuman DR Plan atau BC Plan!!!

Bahkan banyak juga dilapangan eh di sektor industri/usaha yang masih sulit membedakan antara insiden atau disaster. Ini yang bisa repot dan terlalu fatal jika belum bisa mendefinisikan hal tersebut, karena nanti ketika misal ada insiden satu server terkena malware, mari kita aktifkan perencanaan DR kita dan akhirnya banyak mengeluarkan energi.


Sekian pancingan singkat ini dan semoga tambah membantu kita semua menjadi lebih bingung ^_^