Kamis, 21 November 2013

Begitu Berartinya Orang Tua Dihidup Kita

Dari kemarin sepertinya saya ingin sekali menulis tentang berartinya orang tua dihidup kita. Mungkin ada beberapa orang yang menganggap hal tersebut biasa-biasa saja tapi ada juga yang berlawanan. Kenapa saya angkat topik ini dikarenakan saya baru merasakan menjadi orang tua dan bagaimana perjuangan orang tua untuk anaknya.

Jujur saja ketika masih belum dewasa, saya sering kali dimarahi oleh orang tua dikarenakan ulah saya yang membuat mereka menjadi kesal. Mungkin kesalahan saya yang disengaja ataupun tidak. Dahulu ketika saya dimarahi oleh orang tua, pasti dihati kecil selalu kesal karena dimarahi dan hanya bisa tertunduk diam ketika diberikan nasihat agar tidak mengulangi kesalahan tersebut. Tapi namanya seorang anak yang belum dewasa, nasihat-nasihat tersebut terkadang hanya numpang lewat saja dan kurang diresapi dengan dalam nasihat tersebut.

Baru ketika anak saya lahir kemarin, saya merasakan bahwa banyak dosa yang saya perbuat kepada orang tua. Dimulai dengan menggunakan "ah" ataupun dengan perbuatan lainnya. Ternyata semua itu sangat salah sekali dan diajaran agama islam juga tidak diperbolehkan melawan orang tua walau dengan mengeluarkan kata-kata "ah". Padahal orang tua itu sangat menunggu-nunggu kelahiran kita. Sekuat tenaga, fikiran, keuangan dan hal lainnya dikorbankan untuk lahirnya kita. Mereka tidak peduli seberapa capeknya fisik mereka dan seberapa lemasnya tubuh mereka. Orang tua sangat menantikan kelahiran kita dan jika sudah mendengar suara tangisan pertama bayi mereka, pasti hati orang tua kita sangat bergembira sekali dan rasanya ingin terus memeluk serta mencium bayi mereka. Itulah hal yang saya rasakan kemarin. Saya pun langsung termenung sejenak mengenang kenakalan saya disaat belum dewasa. Begitu menyesalnya dengan perbuatan yang telah saya lakukan selama ini. Tapi begitu salutnya saya dengan orang tua yang selalu memaafkan kesalahan dari anaknya, padahal telah membuat hati mereka kesal.

Saya merasakan juga bagaimana ketika anak yang kita cintai sakit. Rasanya perih begitu melihat keadaan anak kita yang kurang sehat. Orang tua selalu menjaga dan ada disamping anaknya yang sedang sakit. Tidak peduli harus begadang dan kurang tidur serta keesokan pagi harus berangkat mencari nafkah. Semua jiwa raga dikorbankan demi kesehatan anak tercintanya.

Jika teringat ketika saya masih kecil, memang hal itulah yang dilakukan oleh orang tua saya. Mereka selalu ada disamping saya ketika saya terbaring sakit. Pernah ketika saya mengalami sakit demam berdarah, ketika itu saya masih kelas 3 SD. Ibuku selalu ada disampingku dan ketika saya bangun, saya sempat melihat dia menghapuskan air matanya yang jatuh di pipinya. Baru ketika dewasa saya diberitahukan kenapa saat itu dia menangis dikarenakan takut kehilangan anaknya. Begitu pilu ketika saya mengingat hal tersebut dan rasanya ingin setiap detik meminta maaf kepadanya dengan kesalahan yang pernah saya perbuat baik yang disengaja atau tidak.

Hikmah yang saya ambil dari kejadian ini, mumpung orang tua kita masih hidup maka jangan sia-siakan mereka. Buatlah hati mereka gembira dan senang, karena begitu banyak pengorbanan yang mereka curahkan kepada kita. Orang tua tidak pernah membeda-bedakan kasih sayang kepada anaknya. Jika masih ada orang tua anda, usahakan setiap hari menanyakan kabarnya apakah sehat tidak. Kemudian apabila anda tinggal serumah dengan orang tua anda, ketika anda akan berpergian dari rumah, selalu mencium tangan orang tua anda serta minta doakan agar diberi kelancaran dalam menjalankan aktifitas kita. Karena dalam agama islam saya, ridha Alloh adalah ridha orang tua. Saya sangat menanamkan hal tersebut dihidup saya. Banyak beberapa kejadian yang saya alami dalam kehidupan saya. Jika orang tua kita ridha, Insya Alloh kita diberikan jalan kemudahan.

Tulisan ini semata-mata hanya untuk mengingatkan Penulis atau Pembaca agar lebih menyanyangi orang tua kita. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan ini, mohon maaf sebelumnya.


I LOVE MY MOM AND DAD.



Reaksi:

0 komentar: