Senin, 29 November 2010

Mahalnya Nyawa Kita

Gambar ilustrasi
Saat hari minggu 28-11-2010, hampir saja nyawaku hilang ditengah laut yang berombak cukup membuat aku menjadi panik. Begini ceritanya, kami satu kantor naik banana boat, tadinya tidak ada perasaan takut atau kenapa2 coz mau happy2 aja naik itu dan ternyata semuanya berbeda dengan yang saya pikir. Saya juga bisa berenang dan saat banana terbalik, aku tadinya tidak panik karena sudah pakai pelampung dan mencoba untuk naik secara bergantian.

Saat 1 orang naik banana dan tangannya sambil dipegang sama yg penjaga banana, eh tau2 dia ga kuat ngangkat dan dia malah tercebur dan akupun tertimpa banana dan saat itulah aku panik dan mencoba sekuat tenaga berenang jangan sampai tenggelem dan aku tetep aja panik dan aku mencari banana untuk dipegang dan aku masih tertimpa dan akhirnya aku dapat tali dan ternyata talinya itu saat aku pegang dengan keras, rupanya yang mengendarai speedboat tsb berlari dengan cepat dan supaya aku naik ke banana dan tidak tahunya aku malah disuruh lepas dan aku lepasin deh pegangan tali tsb dan aku terlempar jauh sampai tengah2 laut dan disaat itulah kepanikan kembali menghantuiku karena ada ombak yg lumayan mengenaiku dan aku disana sendiri dan saat ombak datang, aku terhempas kebawah dan coba terus berenang dan akhirnya naik ke atas dan didalam hatiku langsung terucap : "Ya Alloh, jika engkau ingin aku meninggal ditengah laut ini, aku ikhlas dan semoga aku bisa masuk surga", habis mengucapkan didalam hati, aku sambil beristigfar dan menyebut2 nama Alloh dan mataku melihat keatas langit dan melihat kesekitar tengah laut sambil mencari malaikat pencabut nyawa, tapi aku tidak menemukan apa2 disana dan aku berusaha tidak pingsan dan bertahan ditengah2 laut ini sampai orang yg di speedboat menolongku.

aku ditengah laut itu hampir sekitar 5 - 8 menit lebih dan sambil menyadari, inikah ajalku. Setelah terselamatkan, aku langsung naik speedboat sambil dengan kepala yang pusing sekali dan alhamdulillah aku tidak menelan air laut tsb. Diatas speedboat, kaki kanan dan tangan kananku masih lemes dan gemetar karena tangan kananku yg memegang tali banana tadi. Saat diatas speedboat, aku merenung sejenak, jika nyawa  & kehidupan itu sangat berarti bagiku. inilah pelajaran yg bisa aku petik, bahwa Alloh masih sayang dengan aku dan aku harus menghindari perbuatan2 dosa yg sekarang. Aku harus bisa berubah karena kejadian nyawa diujung tanduk itu tidak sekali dikehidupanku. Saat SD dlu aku juga pernah kelelep di kolam renang dan saat dulu pulang kantor pernah kecelakaan disaat gelap gulita dan alhamdulillah nyawaku masih terselamatkan kembali.

Terima Kasih Alloh SWT yang masih sayang dengan hambamu ini. Jika kemarin aku tidak selamat & tenggelam, mungkin sekarang aku tidak bisa menulis blog ini kembali dan orang2 mungkin sedang menangis akan kepergianku. Aku harus lebih bisa bersyukur atas kehidupanku ini.

Reaksi:

1 komentar:

iYAZZ mengatakan...

ha..ha...mantap juga pengalaman lo..jadi stuntman aja bro, bakal lebih banyak adegan untuk anak underground...