Jumat, 22 Juli 2011

Negara Yang Penuh Tipu-tipu

Bismillah.

Kenapa belakangan ini negaraku semakin penuh dengan berita yg rada menghebohkan yg entah berita ini rekayasa atau hanya untuk mengalihkan sebuah isu2. Mulai dari kasus Korupsi, tawuran antar masa, teroris, sampai dunia olahraga pun sempat menjadi sebuah berita yang hangat. Kenapa semua itu dilakukan ? apakah untuk menutup2i kenaikan harga makanan atau minyak ?

Jika hal itu terus dilakukan, lantas mau kapan negara ini menjadi maju klo cuman buat isu2 seperti itu. Kenapa sih ga buat isu2 atau berita yg lebih bermanfaat sih. Bagaimana klo anak2 kita yg msh kecil melihat tontonan di TV klo lagi ada tawuran masa, pasti dibenak mereka, tawuran seperti itu hal yg wajar. Bukankah itu seperti mencuci sebuah pemikiran anak2 yg msh polos ?

Coba jika semua bangsa ini mempunyai semangat untuk membangun bangsa ini. Jangan memikirkan Ego masing2 atau sebuah kelompok saja. Coba kalian lihat dijalan2, banyak anak2 kecil yg kelaparan dan mreka rela berjualan seperti : sapu lidi, tas plastik, semir sepatu, mungut sampah, dll. Klo saya sebagai penulis, sangat miris sekali melihat anak2 seperti itu. Padahal ada pasal yg menyebutkan klo anak2 seperti itu "Dipelihara Oleh Negara", bener kata politisi Pak Permadi, klo maksud arti tsb adalah "Memang sengaja dipelihara kemiskinan tsb, bukan untuk dihindarkan", he6 geli saya mendengar plesetan seperti itu. Memang seharusnya UUD tsb mungkin direvisi/dirubah gaya bahasanya dan dijelaskan supaya ga ambigu.

Mungkin ada beberapa cara supaya anak2 tsb supaya tidak mudah putus asa dan saya coba memberikan opini tsb :
1. Anak yg tidak mampu tsb, sekolahnya dikasih gratis sampai mereka lulus sekolah (SMA sederajat).
2. Jika anak2 tsb berprestasi, minimal bisa ranking 10 dikelasnya, berikanlah sebuah dana (infak pejabat) bisa berupa uang atau hal yang berguna lainnya.
3. Selalu berikan motivasi agar mereka bisa menjadi orang yg sukses dan tdk kalah dengan anak2 lainnya.
4. Jangan mereka dibebankan untuk membeli alat tulis, buku, dll.
5. Usahakan mereka hanya fokus untuk belajar saja dan jgn disuru kerja sampai larut malam.
6. Berikan kepercayaan yang tinggi kepada mereka untuk menjadi pemimpin bangsa ini di waktu yang akan datang.

Sebenarnya masih banyak cara yang ada, tapi percuma jika cara tsb sudah dituangkan dan realisasinya NOL BESAR. Semuda dapat berjalan lancar jika manusianya ga EGOIS dan MARUK. Hidup ini tidak untuk selamanya didunia dan tidak selamanya juga anda menjadi orang yg selalu diatas. Jika seorang muslim yang baik, harus menyayangi anak2 yatim piatu dan fakir miskin. Cobalah dari diri masing2 kita punya tekad untuk majukan bangsa ini walau kadang saya saja suka putus asa. Tapi pejuang kita dahulu saja tidak pernah putus asa untuk mengusir penjajah dari negara ini, masa saya kalah sih sama mereka.

Memang terkadang penulis juga mempunyai kesalahan dalam hidup ini, banyak pihak2 juga yg terkadang tidak suka dengan tindakan saya tapi itu kadang memang sifat buruk saya dan dibalik itu semua, ada sebuah luapan emosi yg cukup tinggi yang mempunyai nilai positifnya. Mungkin saya yg tidak bisa mengeluarkan nilai positif tsb dan malah menjadi negatif.

Intinya, jika seorang petinggi ingin rendah hati dan tdk angkuh, maka mereka juga akan terketuk pintu hatinya untuk merubah sistem negara ini. Jika dari saya, jangan putus asa, terus berusaha dan diiringi dengan DOA.


Ttd



Rungga

Reaksi:

0 komentar: